KEBANGKITAN NASIONAL, KEBANGKITAN KARAKTER MAHASISWA MUSLIM


Assalamu’alaykum.Wr.Wb,

 

Sejak dulu hingga sekarang, pemuda merupakan pilar kebangkitan. Dalam setiap kebangkitan, pemuda adalah rahasia kekuatannya. Dalam setiap fikrah, pemuda adalah pengibar panji panjinya.”

(Hasan Al-Banna)

Kebangkitan suatu peradaban manusia dimanapun tempatnya dan kapanpun waktunya tidak dapat terlepas dari peran pemuda di dalamnya. Dalam sejarah berbagai peradaban, tidak bisa dipungkiri pemuda merupakan rahasia kebangkitan yang mengibarkan panji-panji kemenangannya. Maka peradaban Indonesia akan bisa  kembali bangkit dengan pemuda sebagai tonggak kebangkitannya. Allahuakbar!

Mahasiswa adalah bagian dari pemuda yang memiliki ciri khas tersendiri. Sejarah mencatat peran-peran signifikan dari pergerakan mahasiswa Indonesia dalam momentum-momentum besar yang terjadi di negeri ini. Dari zaman perjuangan kemerdekaan hingga era reformasi saat ini mahasiswa memegang peranan penting bersama pergerakannya yang tak kenal henti.

“Setiap orang memiliki masa-masa kepahlawannya sendiri” (Anis Matta)

Mahasiswa, pemuda atau generasi muda bagi masyarakat adalah harapan dan tumpuan yang menjadi pilar kebangkitan umat. Dalam setiap kebangkitan, pemuda adalah rahasia kekuatannya, mahasiswa merupakan pengibar panji-panji kebenaran. Sesungguhnya sangat banyak kewajiban mahasiswa sebagai sekelompok orang-orang terdidik untuk memikul amanat berat yang ada dipundak mereka. Mereka harus berpikir panjang, banyak beramal, bijak dalam menentukan sikap, menjadi penyelamat kebenaran, dan menunaikan hak-hak umat dengan sebaik mungkin.

Menurut Jalaluddin Rakhmat dalam bukunya “Perubahan Sosial”, mahasiswa sebagai salah satu elemen reformasi adalah the one and only efficient opposant in the world (satu-satunya pengemban amanah yang paling efisien didunia) dalam mengawal perubahan sosial ke arah yang lebih baik. Mahasiswa dengan keyakinan kuatnya punya keikhlasan dan idealisme dalam berjuang, semangat untuk merealisasikannya serta punya kesiapan untuk beramal dan berkorban untuk mewujudkannya.

Posisi mahasiswa muslim sebagai pengusung nilai-nilai moral dalam konteks kebangsaan menjadi sangat strategis dan menarik untuk dikaji. Dalam percepatan bergulirnya kehidupan, mahasiswa menjadi potensi terpendam dalam merespon setiap perkembangan yang berkaitan dengan kemaslahatan umat. Dalam kilasan sejarah, baik pada lingkup  nasional, regional dan internasional,  urgensi dan daya dobrak yang luar biasa dari mahasiswa sudah menjadi bukti yang cukup membuat orang-orang yang meremehkan potensi mahasiswa akan berpikir beberapa kali sebelum melakukan tindakan konfrontasi dengan mereka

Terlepas dari fakta sejarah diatas, yang pasti setiap kurun waktu menuntut peran yang berbeda dari mahasiswa. Setiap masa ada pahlawan (pejuangnya) masing-masing”Likulli Marhalatin Rijaluha. Mereka adalah anak zaman yang senantiasa mampu menyesuaikan peran yang harus diembannya, bahkan peran yang sulit sekalipun. Pemuda adalah generasi terdepan umatnya. Sedangkan pemuda/mahasiswa yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya adalah mereka yang berpegang teguh pada nilai-nilai rabbani dan ikhlas demi kejayaan umatnya merekalah harapan yang paling memungkinkan untuk mengemban amanah generasi dimasa depan.

Kekuatan pemuda dan mahasiswa (amal thullaby) adalah mereka senantiasa berada di garis terdepan dalam perjuangan dan mampu terlibat dalam segala sektor. Selain itu, mereka juga lebih objektif, dinamis, berpikir positif, selalu bekerja, keterbukaan, tarbiyah (pendidikan), prioritas, akhlaqul karimah, syura bukan diktator, pria dan wanita, penuh perhatian terhadap problema umat dan bersifat internasional (‘alamiyyah).

Penyandang identitas mahasiswa sesungguhnya sudah cukup berat. Ia diidentifiaksi sebagai seseorang yang belajar di perguruan tinggi. Sebagai seorang mahasiswa, maka pikiran-pikirannya harus rasional, obyektif, terbuka, memiliki kebebasan berpikir dan keberanian yang tinggi. Atas dasar anggapan bahwa ia memiliki ciri-ciri itu, maka mahasiswa disebut mampu melakukan peran-peran sebagai agent of change, agent of modernization, dan agent of development. Itulah beberapa ciri yang seharusnya disandang oleh seorang mahasiswa. Walaupun dalam kenyataannya ciri-ciri itu, tidak juga sepenuhnya berhasil disandang oleh mahasiswa seluruhnya. Akan tetapi yang perlu disadari bahwa standard itu, tidak saja dijadikan pegangan oleh orang-orang internal kampus melainkan juga oleh kalangan masyarakat di luar kampus tatkala mereka melihat sosok mahasiswa.

Citra mulia bagi mahasiswa itu akan disempurnakan lagi setidak-tidaknya oleh kalangan umat Islam, tatkala dibelakang kata mahasiswa tersebut terdapat kata muslim. Citra itu bukan hasil rumusan mahasiswa yang bersangkutan, melainkan dibangun oleh orang di luar. Kita boleh membuat rumusan sendiri, tetapi mau tidak mau, atau suka atau tidak, masyarakat akan membangun citra seperti itu.

Sekalipun baru sebatas ukuran normatif, pada umumnya masyarakat muslim percaya dengan apa saja yang beridentitas Islam, termasuk pada identitas mahasiswa itu. Mahasiswa Muslim diidentifikasi sebagai kelompok yang memiliki akhlak lebih baik, selalu berpegang pada ajaran Islam, tekun beribadah, terjauh dari perilaku tak terpuji, peduli pada orang atau pihak-pihak yang tertindas, dan atau menderita. Penilaian positif seperti itu akan berbalik seratus delapan puluh derajat, menjadi sangat negatif jika mereka mendengar kasus tentang perilaku mahasiswa muslim yang tidak sesuai dengan harapan itu. Penilaian negatif itu muncul, oleh karena mungkin, adanya kesadaran bahwa tidak seorangpun mestinya dapat diberi toleransi mengganggu nilai-nilai Islam yang harus dijunjung tinggi. Harapan masyarakat saat ini terhadap Mahasiswa muslim bahwa mereka  harus  dapat merepresentasikan nilai-nilai/karakter Islam secara utuh  dalam pentas kehidupan ini,  memiliki idialisme, komitmen dan integritas yang tinggi terhadap agama dan kemanusiaan.  Hal ini dilatarbelakangi oleh padangan mereka tentang nilai-nilai yang terbangun dari berbagai sumber selama ini, bahwa mahasiswa muslim memiliki visi, misi, dan tradisi yang berbeda dari mahasiswa lainnya. Mahasiswa muslim setiap aktivitasnya dituntun ajaran agamanya (dorongan transendental), memiliki akidah yang kokoh

Lebih jelas lagi bahwa mahasiswa muslim diharapkan mampu menempa diri agar dapat menyandang identitas sebagai ulin nuha, ulil abshor, dan ulil al-baab serta bersedia berjuang (jihad) di jalan Allah untuk memperbaiki kualitas kehidupan. Sebagai penyandang identitas yang sangat mulia itu, mahasiswa muslim harus berhasil membangun karakter atau pribadi utuh. Kekayaan berupa ilmu dan profesional dipandang tidak cukup memadai. Kekayaan itu harus disempurnakan dengan kelebihan lain, yaitu spiritual dan akhlak. Kekayaan ilmu dan profesional tanpa ditopang oleh akhlak dan kedalaman spiritual hanya akan melahirkan pribadi tamak, individualis, materialis yang justru merusak kehidupan bersama.

In the short, kita sebagai mahasiswa muslim harus menyadari bahwa kita memiliki amanah yang harus dilaksanakan. Banyaknya amanah yang harus kita tanggung jangan sampai melunturkan semangat juang kita. Benarlah Hasan Al-Banna bahwa kewajiban kita lebih banyak dari waktu yang kita miliki. Maka yang harus kita lakukan saat ini adalah berjuang dengan perjuangan terbaik, beribadah dengan ibadah terbaik, dan beramal dengan amalan terbaik. Semua ini tidak akan berakhir sampai kita menginjakkan kaki di surga kelak. Amin! Allahu Akbar!

Wallahu a’lam bi shawab.

 

Penulis :

Anjar Riyadi

Physics Education’07

Yogyakarta State University

Perihal AeR_SmarT
Ketika hidup adalah ladang persemaian amal dan mati adalah niscaya, jadikan usia yang tersisa ini penuh makna. !

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: