MUHRIM ≠ MAHRAM Lhoo ???


 

Assalamu’alaykum.wr.wb

بسم الله الرحمن الرحيم

Eh, bukan muhrim, ngga boleh pegang-pegang!

Mungkin sebagian dari kita atau bahkan semua sudah pernah mendengar percakapan tersebut. Sebenarnya, apa arti dari ucapan tersebut? Apakah sudah pas sesuai dengan apa yang diinginkan? Weleh2…serius temen ya…

Setahu saya, ucapan seperti diatas tadi adalah salah.. Lho??? koq bisa salah??
Memang banyak orang memakai kata MUHRIM untuk menyebut orang yang tidak boleh dinikahi, namun, tidak semua yang dianggap orang itu benar.

 So, mari simak penjelasan berikut;

 Konteks pembahasan ini adalah antara kata “muhrim” dan “mahram”

 Dalam bahasa Indonesia  yang termasuk kata serapan untuk menyatakan hubungan saudara, dan dalam fiqih berarti orang-orang yang tidak boleh/haram dinikahi, yaitu saudara-saudara dekat baik karena nasab (keturunan) atau persusuan.  .Penggunakan kata untuk menyatakan saudara yang tidak boleh/haram dinikahi, apakah “muhrim” atau “mahram”. manakah yang tepat?

 Perlu diluruskan tentang istilah mahram, karena masih banyak orang yang salah menyebut dengan istilah muhrim, padahal yang dimaksud sebenarnya adalah mahram.

 Dalam bahasa arab; kata muhrim (muhrimun) artinya orang yang berihram dalam ibadah haji sebelum bertahallul.   Sedangkan kata mahram (mahramun) artinya orang-orang yang merupakan lawan jenis kita, namun haram (tidak boleh) kita nikahi selamanya.  Namun kita boleh bepergian (safar) denganya, boleh berboncengan dengannya, boleh meliihat wajahnya, tangannya, boleh berjabat tangan, dst.

 Rosulullah -sholallahu ‘alaihi wasallam- bersabda :

لاَ تُسَافِرْ امْرَأَةٌ إلاَّ مَعَ ذِي مَحْرَم

Artinya : “Tidaklah (boleh) seorang wanita bepergian kecuali bersama mahram.”

 Berikut ini akan dijelaskan siapa saja mahram dari kalangan laki-laki, yakni siapa saja wanita yang haram dinikahi. Adapun mahram dari kalangan perempuan adalah kebalikannya, yakni laki-laki yang haram dinikahi.

Mahram bisa dibagi menjadi tiga kelompok.

Yang pertama, mahram karena nasab (keturunan).

Kedua, mahram karena penyusuan.

Ketiga, mahram karena pernikahan.

Kelompok yang pertama (mahram karena keturunan)

ada tujuh golongan, yakni :

  1. Ibu, nenek dst. ke atas, baik jalur laki-laki maupun wanita.
  2. Anak perempuan (putri), cucu perempuan, dst. ke bawah baik dari jalur laki-laki-laki maupun perempuan.
  3. Saudara perempuan sekandung, seayah atau seibu.
  4. Saudara perempuan bapak (bibi), saudara perempuan kakek (bibi orang tua) dst. ke atas baik sekandung, seayah atau seibu.
  5. Saudara perempuan ibu (bibi), saudara perempuan nenek (bibi orang tua) dst. ke atas baik sekandung, seayah atau seibu.
  6. Putri saudara perempuan (keponakan) sekandung, seayah ataui seibu, cucu perempuannya dst. ke bawah, baik dari jalur laki-laki maupun wanita.
  7. Putri saudara laki-laki (keponakan) sekandung, seayah atau seibu, cucu perempuannya dan seterusnya ke bawah baik dari jalur laki-laki maupun wanita.

Mereka inilah yang dimaksudkan Alloh Tabaaraka Wa Ta’ala dalam surat An Nisa: 23.

Kelompok yang kedua ada tujuh golongan juga, sama persis seperti di atas, namun hubungannya karena sepersusuan (yakni satu ibu susuan, dengan minimal disusui 5x sampai kenyang).

Adapun kelompok yang ketiga, maka jumlahnya 4 golongan, sebagai berikut :

  1. Istri bapak (ibu tiri), istri kakek dan seterusnya ke atas, berdasarkan surat an nisa:22
  2. Istri anak, istri cucu dan seterusnya ke bawah berdasarkan an nisa:23
  3. Ibu mertua, ibunya dan seterusnya ke atas, berdasarkan an nisa:23
  4. Anak perempuan istri dari suami lain (rabibah), cucu perempuan istri baik dari keturunan rabibah maupun dari keturunan rabib (anak lelaki istri dari suami lain), berdasarkan surat an nisa :23

Jadi jika ingin menyebut saudara yang haram dinikahi maka kata “mahram” lah yang tepat. sedangkan kata “muhrim” sebagaimana disebutkan diatas adalah orang yang telah melakukan ihram untuk haji atau umrah.

Semoga apa yang dijelaskan secara ringkas diatas tersebut memberikan landasan bagi kita untuk mengamalkan dan menyelesaikan masalah-masalah yang akan berkaitan dengan Mahram ini, seperti masalah pernikahan dan sebagainya.

Semoga bermanfaat !

Sumber :

Artikel Islam, berbagai sumber

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: